“Salah satu inisiatif yang perlu mendapat perhatian adalah pengelolaan kebun jeruk seluas 19 hektare oleh pelajar di area eks tambang di Kutai Kartaegara. Program ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang bermanfaat,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan sosial dalam pengelolaan tambang, seperti untuk pemberdayaan masyarakat lokal, pelestarian lingkungan, serta pengelolaan tambang yang berkelanjutan.
Baca Juga:
Hak Angket Disorot, Massa 214 Geruduk DPRD Kaltim dan Tuntut Transparansi
[Redaktur: Amanda Zubehor]