Sebab, Farid saat itu masih mempromosikan dengan cara menitip barangnya di bandara, di toko oleh-oleh.
Selain itu, ia juga mempromosikan melalui media sosial, dan market place.
Baca Juga:
Tragis! Mantan Kades, Istri, dan Cucu Tewas Diduga Keracunan Gas Genset
Dan, beberapa kopiah itu sudah terbang ke Lampung, Aceh, Jawa Tengah, Bangka Belitung.
“Kebanyakan masih promosikan di marketplace. Karena toko Sappe kami hanya di dalam gang, tidak langsung terlihat,” bebernya.
Sejauh ini, kopiah batik itu dibandrol dengan harga Rp 50 ribu per kopiah, dan untuk pembelian harga grosir, bisa di bawah harga satuan.
Baca Juga:
Pemprov Kaltim Dukung Target Nasional 100% Sanitasi Layak dan Bebas BABS 2030
Menurutnya, bahan di Berau lumayan terbatas, hal itu juga yang mempengaruhi harganya.
“Selama masih mudah cari di Berau, paling jauh dari Samarinda,” bebernya.
Kemudian, di bulan puasa ini, sudah lebih dari 3 lusin kopiah yang terjual. Dan kemungkinan lebih banyak lagi.