WahanaNews-Kaltim | Ramadhan menjadi momentum bagi pengrajin kopiah atau songkok khas motif Kalimantan ini untuk dikenalkan kepada masyarakat, khususnya Berau.
Farid Surahman, pengrajin songkok, menjelaskan dirinya memanfaatkan momentum Ramadhan untuk lebih mempromosikan kopiah buatannya sendiri.
Baca Juga:
Tragis! Mantan Kades, Istri, dan Cucu Tewas Diduga Keracunan Gas Genset
Ia mendirikan toko khas oleh-oleh Berau bernama Sappe Dayak dengan ketertarikan dan khusus menjual produk khas daerah.
“Sebelumnya saya kerja konveksi di Jawa, dan mencoba buka toko di sini. Nah kopiah ini salah satu produk dan saya buat sendiri juga,” bebernya kepada TribunKaltim.co, Kamis (28/4/2022).
Sebelumnya, kopiah yang ia buat, hanya iseng dengan menggunakan kain perca.
Baca Juga:
Pemprov Kaltim Dukung Target Nasional 100% Sanitasi Layak dan Bebas BABS 2030
Setelah melihat batik Kalimantan, ia kemudian berencana untuk membuat kopiah dari kain bercorak batik Kalimantan.
Memang, diakuinya, untuk kain batik Berau, masih sulit.
Tetapi, promosinya sempat terhenti, saat awal pandemi ikut mempengaruhi ekonomi Berau.