“Pencapaian tersebut didapat atas kerja keras dan cerdas oleh insan PLN guna mewujudkan keadilan konsumsi energi listrik untuk seluruh masyarakat di Kaltim, Kaltara dan Kalsel dalam meningkatkan kesejahteraan melalui ketersediaan energi listrik,” beber Josua.
Masih menurut dia, dengan meningkatnya permintaan listrik baik untuk kebutuhan masyarakat hingga untuk kebutuhan industri, PLN berkomitmen untuk selalu siap memberikan energi listrik yang andal dan prima.
Baca Juga:
Kisah Petugas PLN Siaga Layani Masyarakat di Posko Mudik BUMN
“Hal ini menjadi fokus UIP KLT untuk menginterkoneksikan sistem interkoneksi Kaltim-Kaltara yang saat ini terus kami upayakan penyelesaiannya,” kata Josua.
Dia menyebut melalui pembangunan SUTT 150kV Sangatta – Maloy, Maloy – Talisayan, dan Talisayan – Tanjung Redeb maka keandalan listrik yang berkesinambungan antara Kaltim dan Kaltara dapat optimal karena SUTT 150 kV Tanjung Redeb – Tanjung Selor yang telah selesai dan berhasil diberi tegangan pertama pada awal Agustus lalu.
Tak hanya itu, beber dia, UIP KLT juga tengah melaksanakan pembangunan SUTT 150 kV Tanjung Selor–Tidang Pale yang nanti akan terhubung hingga Malinau.
Baca Juga:
Tanpa Kedip, PLN Berhasil Amankan Kelistrikan Salat Id Se-Indonesia
“Bila SUTT 150 kV Tanjung Selor – Tidang Pale bisa diselesaikan maka sistem interkoneksi akan terhubung hingga Malinau melalui SUTT 150kV Tidang Pale – Malinau yang telah rampung sebelumnya,” katanya.
Berikutnya, papar Josua, untuk pembangunan transmisi wilayah Kalsel sendiri, setelah berhasil menyelesaikan SUTT 150 kV Batulicin – Tarjun, UIP KLT berfokus pada penyelesaian SUTT 150 kV Selaru – Sebuku yang hingga kini telah mencapai progress 82,02 persen.
Dia menjelaskan selain menyiapkan infrastruktur ketenagalistrikan bagi masyarakat umum, bahwa ada peningkatan perkembangan industry di wilayah Kalimantan. Saat ini, terdapat 6 Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) di wilayah kerja UIP KLT yang membutuhkan daya besar untuk operasionalnya.