WahanaNews-Kaltim | Evaluasi pencapaian kerja dan progress (kemajuan) serta strategi kinerja pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan pada semester II tahun 2022 dibahas PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 2 (UPP KLT 2) di Berau, Kalimantan Timur.
Sebagai unit kerja PT (Persero) PLN, UPP KLT 2 bertanggungjawab melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kalimantan Selatan (Kalsel).
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
Dalam rapat kerja dibahas soal rencanan pencapaian kerja, evaluasi progress serta strategi pencapaian kinerja pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan pada semester 2 tahun 2022 di Berau, Kalimantan Timur, Senin (19/9/2022).
General Manager PT PLN (Persero) UIP KLT Josua Simanungkalit mengungkapkan bahwa pada semester I 2022 UIP KLT berhasil menyelesaikan target kinerja dengan pencapaian 101,09 persen.
“Setelah berhasil mencapai kinerja optimal pada semester pertama, kini saatnya kami berfokus pada pemenuhan kinerja semester kedua,” kata Josua.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
Ia menegaskan bahwa pemenuhan kinerja semester II merupakan target kumulatif yang wajib diselesaikan sesuai kontrak kinerja UIP KLT dari PT PLN (Persero) Pusat pada 2022. Hal ini menjadi nilai kinerja organisasi UIP KLT sebagai proses bisnis utama dalam penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah kerjanya.
Mengangkat tema Burn Up Your Spirit for Excellent Achievement 2022, UIP KLT optimistis pencapaian kinerja semester II akan tercapai baik seperti semester sebelumnya.
Dia menjelaskan pencapaian kinerja hingga September ini, UIP KLT berhasil menyelesaikan beberapa proyek yaitu dengan melaksanakan energize pada Ext 2LB GI Kariangau, SUTT 150kV Batulicin–Tarjun, Ext. 2LB GI Batulicin arah Tarjun, SUTT 150kV Tanjung Redeb–Tanjung Selor, serta Uprating GI PLTU Asam-Asam 60MVA yang berhasil di energize pada Sabtu (17/9/2022) lalu.
“Pencapaian tersebut didapat atas kerja keras dan cerdas oleh insan PLN guna mewujudkan keadilan konsumsi energi listrik untuk seluruh masyarakat di Kaltim, Kaltara dan Kalsel dalam meningkatkan kesejahteraan melalui ketersediaan energi listrik,” beber Josua.
Masih menurut dia, dengan meningkatnya permintaan listrik baik untuk kebutuhan masyarakat hingga untuk kebutuhan industri, PLN berkomitmen untuk selalu siap memberikan energi listrik yang andal dan prima.
“Hal ini menjadi fokus UIP KLT untuk menginterkoneksikan sistem interkoneksi Kaltim-Kaltara yang saat ini terus kami upayakan penyelesaiannya,” kata Josua.
Dia menyebut melalui pembangunan SUTT 150kV Sangatta – Maloy, Maloy – Talisayan, dan Talisayan – Tanjung Redeb maka keandalan listrik yang berkesinambungan antara Kaltim dan Kaltara dapat optimal karena SUTT 150 kV Tanjung Redeb – Tanjung Selor yang telah selesai dan berhasil diberi tegangan pertama pada awal Agustus lalu.
Tak hanya itu, beber dia, UIP KLT juga tengah melaksanakan pembangunan SUTT 150 kV Tanjung Selor–Tidang Pale yang nanti akan terhubung hingga Malinau.
“Bila SUTT 150 kV Tanjung Selor – Tidang Pale bisa diselesaikan maka sistem interkoneksi akan terhubung hingga Malinau melalui SUTT 150kV Tidang Pale – Malinau yang telah rampung sebelumnya,” katanya.
Berikutnya, papar Josua, untuk pembangunan transmisi wilayah Kalsel sendiri, setelah berhasil menyelesaikan SUTT 150 kV Batulicin – Tarjun, UIP KLT berfokus pada penyelesaian SUTT 150 kV Selaru – Sebuku yang hingga kini telah mencapai progress 82,02 persen.
Dia menjelaskan selain menyiapkan infrastruktur ketenagalistrikan bagi masyarakat umum, bahwa ada peningkatan perkembangan industry di wilayah Kalimantan. Saat ini, terdapat 6 Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) di wilayah kerja UIP KLT yang membutuhkan daya besar untuk operasionalnya.
“Satu perusahaan telah berhasil disuplai listriknya melalui jaringan SUTT 150kV Batulicin – Tarjun yaitu PT Indocement Tunggal Prakasa (ITP) yang membutuhkan daya sebesar 55MVA,” katanya.
Kemudian, ada PT Kaltim Ferro Industry dengan kebutuhan daya sebesar 100MVA, PT Kobexindo sebesar 50MVA, PT Sebuku Icon Lateritic Ores (SILO) sebesar 75 MVA dan terdapat 2 perusahaan yang saat ini dalam tahap penyusunan rencana pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yaitu PT Mitra Murni Perkasa (MMP) serta PT CNGR Advanced Material.
“Dengan semangat juang yang tinggi, serta dukungan yang diberikan oleh seluruh stakeholder terlibat, besar harapan kami bahwa pekerjaan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kaltim, Kaltara dan Kalsel dapat berjalan dengan lancar dan selesai sesuai waktu yang telah direncanakan. Ini demi mewujudkan Kalimantan yang terang,” pungkas Josua.[ss]