Hari Selasa (08/03), McDonald's, Starbucks, Coca-Cola, PepsiCo dan General Electric mengumumkan mereka untuk sementara menghentikan kegiatan bisnis di Rusia, sebagai reaksi atas invasi yang dilakukan ke Ukraina.
"Nilai yang kami usung tidak bisa mengesampingkan tragedi kemanusiaan yang tidak perlu yang terjadi di Ukraina," kata Presiden dan CEO McDonald's Chris Kempczinski dalam surat terbuka kepada karyawan mereka.
Baca Juga:
Buntut Kasus Pemerasan DWP, Eks Kapolsek Tanjung Priok Disanksi Demosi 8 Tahun
Perusahaan pembuat makanan cepat saji tersebut mengatakan akan menutup sementara 850 toko di sana namun tetap membayar upah 62 ribu karyawan yang "sudah bekerja keras membesarkan nama McDonald's".
Namun, menurut Yale University, beberapa perusahaan dan jaringan hotel besar masih tetap beroperasi di sana. [Ss/qnt]