Ia mengaku lebih memilih beternak ketimbang bekerja di perusahaan tambang karena dengan beternak dirinya bisa mendapatkan bonus kebahagiaan.
“Baru melihat kambing yang masih kecil-kecil kita sudah bahagia. Belum lagi bicara keuntungan ekonominya,” katanya.
Baca Juga:
Inflasi Tahunan Kalimantan Timur Capai 3,20 Persen pada Juni 2026, BPS Laporkan Peningkatan
Pemeliharaan kambing ini juga tidak memerlukan banyak tenaga kerja. Terpenting adalah manajemen plan dan kandang. Selain itu, mereka juga bisa mengolah keuntungan lain dari kotoran dan urine kambing.
“Di Bogor, urine kambing itu mahal sekali. Satu liter bisa sampai Rp40 ribu. Jangan salah, pupuk paling bagus itu urine kambing,” kata Dhean.
Bukan hanya dijual di Kaltim, kambing-kambing dari Wisma Embek Kemakmuran ini juga dikirim hingga provinsi tetangga, Kalimantan Utara.
Baca Juga:
Pemkab Penajam Paser Utara Proyeksikan Pendapatan Migas Naik dari Lapangan Gas Karamba Beroperasi
[Redaktur: Amanda Zubehor]