Sekda mengatakan, transformasi digital yang saat ini sudah berjalan mempermudah proses bisnis pelayanan publik. Tidak hanya menyasar satu OPD, tetapi semua unit perangkat daerah harus melakukannya, sehingga pelayanan publik yang murah dan mudah dapat dilakukan secara digital.
“Arsitektur SPBE yang dibangun tidak boleh terputus. Oleh karena itu, kita juga lakukan penguatan kompetensi ASN,” ujarnya.
Baca Juga:
Pemkab Bogor Terapkan Kebijakan Baru untuk Atur Penjualan Gas Elpiji 3 Kg
Sementara itu,,Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo Hary Budiarto mengatakan, dalam mempercepat transformasi digital, Kementerian Kominto memiliki beberapa program di antaranya Digital Talent Scholarship.
Program ini merupakan beasiswa yang ditujukan bagi masyarakat umum, mahasiswa, ASN maupun profesional.
"Bukan berupa uang, tetapi berbentuk pelatihan gratis yang dilanjutkan dengan sertifikasi," katanya.
Baca Juga:
Penyelenggaraan SPBE Pemerintah Provinsi Sulbar Meningkat Menjadi 3,70 Poin pada 2024
Sementara untuk level pimpinan eselon Il dan I ada pelatihan Digital Leadership Academy yang bekerja sama dengan universitas di luar negeri.
"Tujuannya agar para pimpinan mempunyai awareness dan mindset dari negara di luar negeri yang sudah melakukan transformasi digital," katanya.
[Redaktur: Amanda Zubehor]