Keberadaan sistem sirkulasi tersebut dapat membentuk daerah pertemuan dan belokan angin di wilayah Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, sebagian Jawa, Bali, NTB dan NTT.
Ada beberapa wilayah yang berpotensi bencana hidrometeorologi. Di antaranya beberapa wilayah sebagai berikut:
Baca Juga:
Flores Belum Berhenti Berguncang, 731 Gempa Susulan Terjadi Usai Gempa M7,7
- Nusa Tenggara Timur
- Nusa Tenggara Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Maluku
Selain itu ada juga gelombang tinggi 2,5 sampai 4 meter yaitu Laut Banda dan Perairan Kep. Sermata - Tanimbar.
Baca Juga:
Nyawa Melayang, SERBUK Desak Polda Jambi Segera Panggil dan Periksa Managemen PTPN IV dan RS Annisa Jambi
Sedangkan gelombang tinggi 4-6 meter berpotensi terjadi di Laut Arafuru bagian Barat. [Ss]