Keberadaan sistem sirkulasi tersebut dapat membentuk daerah pertemuan dan belokan angin di wilayah Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, sebagian Jawa, Bali, NTB dan NTT.
Ada beberapa wilayah yang berpotensi bencana hidrometeorologi. Di antaranya beberapa wilayah sebagai berikut:
Baca Juga:
BMKG Prediksi Hujan Mulai Berkurang, Cuaca Indonesia Makin Panas
- Nusa Tenggara Timur
- Nusa Tenggara Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Maluku
Selain itu ada juga gelombang tinggi 2,5 sampai 4 meter yaitu Laut Banda dan Perairan Kep. Sermata - Tanimbar.
Baca Juga:
Muncul Fenomena di Jawa-Nusa Tenggara, BMKG Keluarkan Peringatan Periode 1-4 Mei 2026
Sedangkan gelombang tinggi 4-6 meter berpotensi terjadi di Laut Arafuru bagian Barat. [Ss]