Keberadaan sistem sirkulasi tersebut dapat membentuk daerah pertemuan dan belokan angin di wilayah Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, sebagian Jawa, Bali, NTB dan NTT.
Ada beberapa wilayah yang berpotensi bencana hidrometeorologi. Di antaranya beberapa wilayah sebagai berikut:
Baca Juga:
Sumedang dan Majalengka Jadi Salah Satu Daerah dengan Jumlah Petir Tertinggi di Bulan Maret 2025
- Nusa Tenggara Timur
- Nusa Tenggara Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Maluku
Selain itu ada juga gelombang tinggi 2,5 sampai 4 meter yaitu Laut Banda dan Perairan Kep. Sermata - Tanimbar.
Baca Juga:
Potensi Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut hingga Lebaran, PLN Siapkan Langkah Antisipatif
Sedangkan gelombang tinggi 4-6 meter berpotensi terjadi di Laut Arafuru bagian Barat. [Ss]