KALTIM.WAHANANEWS.CO, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan tanaman kedemba atau kratom (Mitragyna speciosa) sebagai komoditas ekspor unggulan baru sektor pertanian dan kehutanan.
"Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi ekonomi nonmigas berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan," kata Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, saat menerima audiensi PT Borneo Riseta Naturafarm dan PT DJB Botanicals Indonesia di Samarinda, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga:
Siswa SMKN 4 Samarinda Meninggal, Viral Diduga Akibat Sepatu Kekecilan
Wagub menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawal hilirisasi tanaman yang dijuluki "Emas Hijau Kalimantan" tersebut.
Ia menegaskan akan menindaklanjuti rencana pengembangan kratom dengan melibatkan pemangku kepentingan yang lebih luas, mulai dari Dinas Kehutanan, Tim Ahli Gubernur, hingga instansi vertikal terkait. Fokus utamanya adalah menyusun langkah strategis dan penguatan aspek regulasi.
"Pemprov Kaltim serius mendukung hilirisasi kratom. Kami siap terlibat aktif, termasuk memberikan dukungan pendanaan untuk memastikan komoditas ini memberikan nilai tambah maksimal bagi daerah," tegas Seno Aji.
Baca Juga:
Asosiasi Kratom Indonesia Resmi Pilih Kepengurusan Baru 2024-2029 dan Siap Sinergi
Sebagai bentuk keseriusan, Wagub berencana melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas produksi dan laboratorium di L3 Tenggarong Seberang dalam waktu dekat.
"Saya ingin melihat langsung kesiapan industrinya sebelum kita melangkah lebih jauh," imbuhnya.
Dalam audiensi tersebut, Dr. Islamudin Ahmad dari PT Borneo Riseta Naturafarm memaparkan "Peta Jalan Transformasi Kratom". Ia menjelaskan tanaman endemik yang dikenal warga lokal sebagai kedemba ini memiliki nilai ekonomi fantastis jika dikelola melalui proses industri yang tepat.