KALTIM.WAHANANEWS.CO, Samarinda - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur memaparkan empat upaya untuk memastikan pemerataan serta peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Benua Etam.
"Kami terus berupaya membangun sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan unggulan," ucap Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Kaltim Armin di Samarinda, Rabu (13/5/2026).
Baca Juga:
Dukung Layanan Pendidikan, Pemerintah Keluarkan Kebijakan Relaksasi Pembiayaan PPPK
Dia menjelaskan upaya pertama Program Gratispol berupa pemberian pakaian seragam lengkap beserta perlengkapan belajar bagi siswa baru kelas sepuluh tingkat SMA/SMK/MA hingga SLB.
Upaya kedua diwujudkan melalui pemberian dana bantuan operasional sekolah tingkat provinsi (BOSP) secara merata kepada seluruh jenjang pendidikan umum maupun khusus.
Sementara upaya ketiga ialah mengoptimalkan peran sekolah unggul SMA Negeri 10 Samarinda sebagai Sekolah Garuda Transformasi.
Baca Juga:
Gus Ipul: 143 Guru Mundur, Proses Belajar Sekolah Rakyat Tetap Lancar
"Sekolah Garuda amat berdampak, salah satunya tahun ini sebanyak tiga puluh siswa berprestasi dari sekolah tersebut berhasil diterima melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri," kata Armin.
Pemerintah daerah setempat juga menetapkan tiga sekolah unggulan untuk menjadi proyek percontohan utama pengembangan sistem sekolah dwibahasa di Kalimantan Timur, meliputi SMA Negeri 2 Sangatta Utara, SMA Negeri 3 Tenggarong, dan SMA Negeri 1 Balikpapan.
Upaya keempat, Disdikbud Kaltim menerapkan kebijakan guru pengganti guna segera menutupi celah kekurangan tenaga pendidik pada satuan pendidikan, terutama wilayah pedalaman.