KALTIM.WAHANANEWS.CO, Penajam Paser Utara - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Raup Muin, menyebutkan bahwa keberadaan irigasi, yaitu Bendung Gerak Sungai Telake, dapat mewujudkan kedaulatan pangan di dua kabupaten di Kalimantan Timur, sekaligus mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Bendung Gerak Sungai Telake diharapkan segera direalisasikan karena dapat wujudkan kedaulatan pangan di dua kabupaten," ujarnya di Penajam, Kamis (3/4/2025).
Baca Juga:
Ketua DPRD Penajam Paser Utara Ingatkan Anggota Perjuangkan Aspirasi Masyarakat
Peningkatan produktivitas beras lokal salah satunya harus didukung irigasi yang memadai, tambahnya.
Lahan pembangunan infrastruktur irigasi, yakni Bendung Gerak Sungai Telake, di perbatasan Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, telah dibebaskan dan menunggu pembangunan fisik.
Lokasi Bendung Gerak Sungai Telake, yang pembebasan lahannya telah dilakukan pada 2020 seluas 74,307 hektare tersebut, mencakup Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser, dengan perkiraan anggaran pembangunan sebesar Rp759,8 miliar.
Baca Juga:
Pemprov Kaltim Perkuat Sektor Peternakan dengan Budidaya Lahan Luas dan INFASY
Bendung Gerak Sungai Telake itu diprediksi mampu mengairi 14.000 hektare sawah di wilayah Kabupaten Paser dan 8.000 hektare di wilayah Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara.
Lahan pertanian tanaman padi produktif di Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai 14.070 hektare dengan menghasilkan 3-4 ton per hektare dalam satu kali panen. Setahun, petani melakukan dua kali panen.
"Sekitar 8.000 hektare sawah ada di Kecamatan Babulu, apabila irigasi atau pengairan memadai hasil panen bisa ditingkatkan menjadi tiga kali dalam satu tahun," katanya.