Kolaborasi ini diharapkan mampu memastikan setiap proyek infrastruktur dan program kerja Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Sebagai bentuk aksi nyata perdana, pengurus Saatnya Bergerak membeberkan rencana taktis mereka untuk melakukan survei dan investigasi lapangan di kawasan Sungai Karang Mumus (SKM).
Baca Juga:
Dinsos Kaltim Penuhi Kuota 210 Peserta Didik Sekolah Rakyat Samarinda
Aksi ini dijadwalkan berlangsung pada 4 Juli mendatang, bertepatan dengan momentum Hari Lingkungan Hidup.Fokus gerakan ini adalah mengidentifikasi problem lingkungan tersisa serta menghimpun data otentik mengenai efektivitas proyek normalisasi sungai yang selama ini menjadi program prioritas Pemkot Samarinda, Pemprov Kaltim, dan Pemerintah Pusat
.Merespons rencana tersebut, Helmi menyatakan dukungan penuh. Ia menilai penataan kawasan bantaran SKM dan pengendalian banjir Samarinda memang membutuhkan kerja lintas sektoral, termasuk kontrol sosial dari elemen sipil.
"Penataan SKM adalah kerja besar yang berkesinambungan. Pembangunan ini akan jauh lebih sempurna jika masyarakat ikut mengawal kualitasnya di lapangan secara konstruktif," imbuhnya.
Baca Juga:
Pemprov Kalimantan Timur Dukung Kratom Jadi Komoditas Ekspor Unggulan Pertanian dan Kehutanan
Melalui sinergi yang kokoh antara eksekutif, legislatif, dan organisasi kemasyarakatan, DPRD Samarinda optimis target pembenahan kota menuju Samarinda yang maju, tertata, dan berkelanjutan dapat akselerasi dengan lebih cepat.
[Redaktur: Amanda Zubehor]