Menanggapi gugatan tersebut, Jokowi menyuruh anak buahnya mengirimkan pengacara terbaik Indonesia yang berkelas internasional ke WTO.
"Meskipun kita digugat di WTO, tidak apa. Nikel, nikel kita, barang, barang kita, kita jadikan pabrik di sini, barang di sini, itu hak kita. Kita hadapi kalau ada yang menggugat, jangan digugat kita mundur lagi," ungkap Jokowi di acara Pengarahan Presiden kepada Peserta PPSA XXIII Lembaga Ketahanan Nasional di Istana Negara, Rabu (13/10/2021).
Baca Juga:
Di WTO, RI Berhasil Buktikan Tindakan Diskriminasi Uni Eropa atas Minyak Sawit dan Biofuel Berbahan Baku Kelapa Sawit
Kembali menekankan bakal melawan UE, Jokowi pada Kamis (18/11/2021) kemarin lagi-lagi menyampaikan bahwa Indonesia tak akan mundur dan bakal melawan dengan cara apapun.
Bahkan, Jokowi berencana bakal ikut menyetop ekspor bauksit dan tembaga mentah pada 2022 dan 2023 saat industri hilir RI siap.
Kepala Negara menyampaikan, kebijakan dibuat agar Indonesia bisa menikmati nilai tambah dari pengolahan nikel, sekaligus membuka lapangan pekerjaan di Tanah Air.
Baca Juga:
RI Menang di WTO - Eropa Kalah, Dunia Harus Akui Biodiesel Kelapa Sawit Indonesia
"Jangan tarik-tarik kami ke WTO karena kami setop kirim raw material. Nggak, nggak. Dengan cara apapun akan kami lawan," tutupnya. [As]