Rincian pergerakan inflasi berdasarkan kelompok pengeluaran secara tahunan (y-on-y) meliputi, perawatan pribadi dan jasa lainnya, naik 10,49 persen, transportasi 7,10 persen, Makanan minuman, dan tembakau naik 3,67 persen, kesehatan naik 2,19 persen, perlengkapan peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 1,61 persen.
Selanjutnya penyediaan makanan dan minuman dan restoran naik 1,61 persen, pendidikan naik 1,49 persen, pakaian dan alas kaki naik 0,74 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 0,23 persen, informasi , komunikasi, dan jasa keuangan naik 0,06 persen, rekreasi olahraga, dan budaya turun (deflasi) 0,54 persen.
Baca Juga:
Surplus, Neraca Perdagangan Jabar Januari-Mei 2026 Sentuh USD11,31 Miliar
Selain inflasi tahunan, tekanan harga dalam jangka pendek juga terlihat cukup signifikan. BPS mencatat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) Kaltim pada Juni 2026 berada di angka 0,70 persen.
Angka ini berkontribusi pada akumulasi inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) yang telah mencapai 2,36 persen sejak awal tahun hingga Juni 2026.
Kenaikan inflasi pada pertengahan tahun ini menjadi sinyal penting bagi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kaltim untuk memperkuat strategi keterjangkauan harga dan kelancaran distribusi logistik, terutama di wilayah perkotaan seperti Samarinda yang mencatat andil tertinggi.
Baca Juga:
Surplus, Neraca Perdagangan Jabar Januari-Mei 2026 Sentuh USD11,31 Miliar
[Redaktur: Amanda Zubehor]