KALTIM.WAHANANEWS.CO, Mahulu - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, tengah merumuskan tarif layanan listrik berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang menjangkau daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) guna mewujudkan pemerataan energi serta memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan, ekonomi, informasi, dan layanan lainnya.
"Bagi kampung-kampung yang belum sepenuhnya terjangkau oleh jaringan listrik konvensional, PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) menjadi salah satu solusi mendukung pemerataan akses energi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedalaman," ujar Wakil Bupati Mahulu Suhuk di Mahulu, Sabtu (13/6/2026).
Baca Juga:
Target 100 GW PLTS Dikejar, ALPERKLINAS: PLN Punya Posisi Strategis Integrasikan Sistem Energi
Saat ini sejumlah kampung di Mahulu sudah mendapat layanan energi dari PLTS sehingga telah memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Pemda setempt berupaya memperluas layanan PLTS.
Untuk mewujudkan layanan PLTS secara berkelanjutan, katanya, diperlukan dukungan sistem pengelolaan yang baik, termasuk mekanisme pembiayaan operasional dan pemeliharaan secara jelas, terukur, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Dari 50 kampung di Mahulu, saat ini masih ada belasan kampung belum terlayani listrik dari PLN, sedangkan lainnya sudah dilayani dan sebagian mendapat energi listrik melalui PLTS komunal atau terpusat.
Baca Juga:
Pemerintah Targetkan 17 Gigawatt PLTS Terbangun Tahun Ini
Terkait dengan perumusan tarif listrik dari PLTS ini, Pemkab Mahulu pada Kamis (11/6/2026) membuka kegiatan diskusi kelompok terpumpun "Laporan Pendahuluan Penyusunan Rumusan Tarif Layanan Energi Listrik Berbasis PLTS".
Dia menjelaskan hasil rumusan bukan hanya untuk menarik pungutan listrik ke masyarakat, namun instrumen untuk menjamin keberlanjutan operasional layanan, menjaga kualitas pelayanan, memperpanjang umur aset, hingga memastikan investasi daerah dapat memberikan manfaat jangka panjang.
"Pemkab Mahulu memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan pembangunan daerah agar lebih maju, merata, dan berkelanjutan sebagaimana yang menjadi cita-cita bersama dalam membangun daerah," ujar Suhuk.