KALTIM.WAHANANEWS.CO, Samarinda - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong seluruh perpustakaan SMA dan SMK di wilayah tersebut untuk bertransformasi menjadi pusat pengembangan kreativitas dan pembinaan bakat siswa.
"Kami berkomitmen mengoptimalkan perpustakaan tingkat SMA, SMK, dan SLB agar tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga wadah pengembangan inovasi pelajar," kata Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (BP3KM) DPK Kaltim Hana Iriana di Samarinda, Senin (15/6/2026).
Baca Juga:
Gedebook Jadi Ruang Baru Menumbuhkan Literasi di Muara Enim
Fokus pembinaan tersebut kini diarahkan pada 499 sekolah menengah di bawah kewenangan provinsi seiring adanya penyesuaian kebijakan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) sejak tahun 2025.
Untuk mengatasi kendala jarak, DPK Kaltim memanfaatkan teknologi digital melalui pertemuan virtual Zoom untuk memberikan penyuluhan serta sosialisasi pengelolaan layanan ke daerah-daerah terpencil.
Sementara untuk wilayah yang mudah dijangkau, DPK Kaltim menyelenggarakan pembinaan secara langsung dengan mengumpulkan beberapa perwakilan sekolah dalam satu kelompok terpadu.
Baca Juga:
Pemprov Kalimantan Timur Dukung Kratom Jadi Komoditas Ekspor Unggulan Pertanian dan Kehutanan
Berdasarkan data terkini, baru sekitar 12 persen dari total sekolah kewenangan provinsi yang memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP), sedangkan 78 persen sisanya masih menjadi target pembenahan.
"Upaya pembenahan komprehensif ini dipastikan tetap berjalan maksimal, karena pembinaan perpustakaan sekolah menjadi fokus kami dalam peningkatan mutu layanan pustaka," kata Hana.
DPK Kaltim juga telah melakukan kunjungan ke sejumlah perpustakaan sekolah di Samarinda untuk memastikan mutu layanan sesuai dengan standar akreditasi. Pihaknya optimistis sekolah-sekolah di Kaltim memiliki kemauan untuk membenahi pusat literasi bagi para siswa, demi mendukung proses pembelajaran pada satuan pendidikan.