KALTIM.WAHANANEWS.CO, Penajam Paser Utara - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menyusun langkah strategis di tengah keterbatasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dengan memprioritaskan sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
"Mengatur langkah di tengah keterbatasan anggaran untuk memprioritaskan layanan dasar masyarakat," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Penajam Paser Utara Ade Rianto Embongbulan, Rabu (2/7/2026), ketika ditanya menyangkut kondisi fiskal kabupaten di Penajam.
Baca Juga:
Benny Utama Dorong Pengelolaan Potensi Alam Galugua untuk Tingkatkan Ekonomi Warga
"Pemerintah kabupaten tetap berupaya menjaga ekonomi lokal melalui belanja yang tepat sasaran," tambahnya.
APBD 2026 Kabupaten Penajam Paser Utara ditetapkan sekitar Rp1,48 triliun, postur anggaran itu mengalami penurunan cukup signifikan, dibanding APBD 2025 lebih kurang Rp2,41 triliun.
"Pemerintah kabupaten mengatur langkah cermat memprioritaskan belanja esensial," jelasnya.
Baca Juga:
Pemerintah Perkuat Sinkronisasi Master Plan Danau Toba, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Transformasi Pariwisata
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara lebih selektif menjalankan program pembangunan berskala besar, termasuk di sektor infrastruktur jalan yang hanya difokuskan pada pemeliharaan dan perbaikan ruas jalan yang rusak.
Langkah tersebut agar fasilitas publik tetap fungsional tanpa membebani keuangan kabupaten secara berlebihan, kata dia, dan untuk menjaga efisiensi anggaran juga melakukan penyesuaian pada sejumlah target pembangunan lainnya.
Kebijakan pembangunan kabupaten, lanjut dia, diarahkan untuk melindungi sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
Pemerintah kabupaten memastikan sektor pendidikan, kesehatan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal dan tidak terdampak signifikan, kendati di tengah keterbatasan anggaran, demikian Ade Rianto.
[Redaktur: Amanda Zubehor]