Darmawan menambahkan PLN perlu bertransformasi dan mempelajari core kompetensi dan skill baru dalam proses transisi energi. Hal ini diperuntukkan untuk menghadapi tantangan di masa mendatang. Oleh karena itu, ia berharap MoU ini dapat dilaksanakan dalam operasi konkret di lapangan.
"Dalam MoU ini kita bersama akan mengkaji penggunaan teknologi terbaru di sektor ketenagalistrikan. Kita juga akan memberikan pelatihan untuk para pegawai sehingga mereka siap untuk menghadapi segala tantangan," ungkapnya.
Baca Juga:
Tarif Listrik Tak Naik di Tengah Geopolitik Global, ALPERKLINAS: Kebijakan Tepat dan Berimbang
Dengan perjanjian kerja sama ini, ia menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mendorong transisi energi.
"Kolaborasi ini membuka mata kita bahwa transisi energi tidak bisa dijalankan sendiri-sendiri. Jalan satu-satunya adalah dengan kolaborasi," tuturnya.[ss]