KALTIM.WAHANANEWS.CO, Samarinda - Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan telah memenuhi target kuota peserta didik Sekolah Rakyat sebanyak 210 orang yang akan dipusatkan di Kota Samarinda.
"Alhamdulillah, untuk kuota sudah terisi penuh semua berkat tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kaltim, yang telah terjun bekerja keras melakukan penjaringan siswa ke berbagai wilayah," kata Kepala Dinsos Kaltim Andi Muhammad Ishak di Samarinda, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga:
Hak Angket Disorot, Massa 214 Geruduk DPRD Kaltim dan Tuntut Transparansi
Dia menjelaskan penjaringan anak-anak dari keluarga tidak mampu menjadi strategi pemerintah untuk memberikan kepastian hak dasar bagi generasi muda agar mendapatkan akses pengajaran yang layak dan bermutu tinggi.
Andi merinci daya tampung maksimal pada Sekolah Rakyat tersebut telah dialokasikan dengan proporsional yaitu mencakup 60 kursi bagi jenjang SD, 60 siswa SMP, serta kapasitas terbanyak sejumlah 90 pelajar untuk tingkat SMA.
Penempatan seluruh anak didik hasil saringan desil terbawah tersebut, lanjutnya, untuk Sekolah Rakyat permanen di Palaran, Samarinda.
Baca Juga:
Siswa SMKN 4 Samarinda Meninggal, Viral Diduga Akibat Sepatu Kekecilan
Ia mengatakan komposisi penerimaan siswa SD ada 55 anak asal Samarinda dan lima orang tambahan dari wilayah kabupaten dan kota terdekat.
"Penjaringan untuk kursi jenjang SMP mencatatkan penyerapan yang terpusat secara mutlak, dimana keseluruhan 60 siswa diisi penuh oleh anak-anak usia belajar yang tinggal di ibu kota provinsi tersebut," sebut Andi.
Kuota pendaftaran jenjang SMA sedikit lebih luas dengan mengakomodasi 80 pelajar domisili lokal Samarinda ditambah 10 remaja hasil rekrutmen dari kabupaten terdekat.
Sementara ini, gedung Sekolah Rakyat Kaltim permanen berlokasi di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, yang dibangun di atas lahan seluas tujuh hektare dengan total luas bangunan mencapai 27.498,18 meter persegi.
Pemerintah menargetkan penyelesaian menyeluruh dari fasilitas pendidikan terpadu bagi masyarakat rentan ini dapat rampung 100 persen dan siap diresmikan penggunaannya tepat waktu pada tanggal 20 Juni 2026.
[Redaktur: Amanda Zubehor]