Dalam pertandingan ini sempat diwarnai aksi protes Dansat kepada wasit lantaran adanya teriakan keras Nanang, seorang penonton yang juga merupakan bagian tim Ivan berteriak kencang mengatakan kepada timnya yang saat itu sedang bertanding bahwa shuttlecock keluar.
Aksi protes Dansat itu memanas, sehingga ketua panitia penyelenggara turnamen Edo Pandjaitan harus turun gunung untuk meredakan gejolak. Dansat yang berseteru tegang dengan wasit membuat pertandingan sempat terhenti sejenak.
Baca Juga:
Gregoria Mariska Persembahkan Medali Pertama Bagi Indonesia di Olimpiade 2024 Paris
Namun gejolak tersebut tak lama kemudian kondusif kembali redah dan pertandingan pun terus dilanjutkan setelah sebelumnya ketua panitia penyelenggara memberikan peringatan keras kepada penonton agar tidak mengeluarkan kata-kata shuttlecock masuk atau keluar.
Sedangkan pada partai kedua, pasangan Ivan-Nanang berhasil membuat kocar kacir pasangan Dansat-Nazwardo, sehingga tim Dansat harus menerima kekalahan timnya. Tim Dansat akhirnya harus menerima sebagai peringkat juara kedua.
Sementara itu, partai perebutan juara ketiga juga tak kalah serunya. Tim Kucun (Kucun, H Matnoor Tindoan, Yanto) berhasil memenangkan pertandingan saat berhadapan dengan tim Haryono (Haryono, Syambasri, Narko).
Baca Juga:
Tragedi di Lapangan: PBSI Singgung Peran Wasit dalam Kematian Zhang Zhi Jie
Pertandingan ini juga berlangsung sangat menegangkan dan sengit, karena posisi skor kedua tim berimbang 1:1, sehingga masing-masing pasangan pemain pada partai ketiga ini harus menampilkan permainan total dan adu strategi secara ketat.
Akhirnya, tim Kucun pun berhasil mematahkan serangan permainan apik tim Haryono dengan skor 2:1 untuk kemenangan tim Kucun.
Banjir Door Prize